Tahukah Anda ? Sejarah Kurma

iBEVMinuman Kurma untuk Kesehatan, Kurma sudah menjadi makanan pokok selama ribuan tahun lamanya di daerah Timur Tengah. Pohon kurma diyakini telah dibudidayakan sejak zaman kuno dari Mesopotamia ke prasejarah Mesir dan berasal dari sekitar Teluk Persia, kemungkinan pada awal 4000 SM.

Ada juga yang meyakini buah kurma berasal dari sekitar tepi sungai Nil, sungai Efrat dan Mesopotamia. Dalam bahasa Yunani Mesopotamia berarti “tanah di antara sungai-sungai”. Mesopotamia adalah tanah yang terletak di antara dua sungai besar, yaitu Tigris dan Efrat. Daerah tersebut saat ini merupakan wilayah negara Irak.

Bangsa Mesir Kuno menggunakan buah kurma untuk dibuat menjadi anggur kurma dan memakannya pada saat panen. Ada bukti arkeologi budidaya kurma di bagian Arab timur pada tahun 6000 SM. (Alvarez-Mon 2006).

Pada zaman berikutnya, orang Arab menyebarkan kurma di sekitar Barat Daya dan Selatan Asia, kemudian bagian utara Afrika, Italia dan Spanyol. Kemudian kurma di perkenalkan ke California dan Meksiko, di Mission San Ignacio, pada tahun 1765 oleh bangsa Spanyol.

Itulah sejarah singkat buah kurma. Buah ini selain memiliki rasa yang manis namun juga mempunyai manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti memperlancar sistem pencernaan, mencegah kolesterol, menyehatkan mata dan masih banyak lagi manfaat lain dari kurma. Jika Anda ingin merasakan manfaat dari kurma, Anda tentu harus mencobanya. Namun jika Anda bosan atau tidak suka memakan buah kurma secara utuh, Anda bisa mencoba varian kurma dalam bentuk minuman. iBEV adalah Minuman Kurma untuk Kesehatan, selain itu iBEV memiliki 2 varian rasa Original dan Sparkling, iBEV juga terbuat dari kurma alami pilihan sehingga Anda dapat merasakan manfaat dan nikmatnya kurma hanya dengan meneguknya.

Jaga dan tingkatkan kesehatan Anda dengan meminum iBEV setiap hari. Selama Ramadhan Anda bisa mengkonsumsi iBEV 1 kaleng saat sahur dan 1 kaleng saat berbuka. Awali sahurmu dengan minum iBEV dan akhiri puasamu dengan minum iBEV.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *